Hukuman mati adalah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya.
Pada tahun 2005, setidaknya 2.148 orang dieksekusi di 22 negara, termasuk Indonesia. Dari data tersebut 94% praktik hukuman mati hanya dilakukan di beberapa negara, misalnya: Iran, Tiongkok, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.
Banyak sekali macam-macam hukuman mati yang di lakukan di dunia sejak dulu. Hukuman mati, ada yang dilakukan secara manusiawi dan ada pula yang di lakukan dengan sangat kejam hingga membuat kita merinding.
Berikut merupakan hukuman mati tersadis yang pernah dilakukan di dunia :
10. Ling Chi
Hukuman mati ini berasal dari Cina, ini adalah salah satu metode
eksekusi yang paling brutal yang pernah ada. Digunakan kira-kira dari
tahun 900, sampai akhirnya dilarang pada tahun 1905. Ini adalah hukuman
hanya diperuntukkan bagi kejahatan seperti pengkhianatan dan pembunuhan
saudara. Selama prosedur ini, pisau tajam yang digunakan untuk membunuh
kriminal, secara bertahap menyayat bagian-bagian dari tubuhnya selama
jangka waktu yang panjang.
Korban diikat di kayu, biasanya di tempat umum kemudian daging yang
ada di tubuhnya diiris sedikit demi sedikit, pada awalnya hanya dari
payudara terdakwa. Perlahan anggota badannya secara bertahap diamputasi,
diikuti oleh telinga, hidung dan alat kelamin. Setelah 10-20 menit,
korban dipenggal atau ditikam ke jantung. Selama eksekusi, opium
kadang-kadang diberikan sebagai tanda belas kasihan.
9. Digergaji
Menggergaji menjadi dua bagian tubuh adalah metode eksekusi yang sangat kejam, digunakan di Eropa abad pertengahan.
Selama proses tersebut, penjahat akan digantung terbalik dari sebuah
pohon atau tiang gantungan, dan gergaji besar kemudian digunakan untuk
mengiris tubuhnya menjadi dua, dimulai dengan selangkangan, sampai ke
dada dan kepala.
Karena korban digantung terbalik, otak itu menerima aliran darah yang
cukup untuk menjaga mereka hidup dan sadar sampai gergaji akhirnya
mencapai arteri utama dalam perut. Dalam kasus ekstrim, eksekusi bisa
bertahan beberapa jam.
8. Penyaliban
Penyaliban adalah metode eksekusi kuno, di mana tangan dan kaki
penjahat terikat atau dipaku ke kayu. Ini adalah hukuman mati
diperuntukkan bagi budak, pengkhianat, “bidah”, dan biasanya penjahat
yang kelas kakap. Hukuman mati jenis ini meluas pada masa pemerintahan
Alexander Agung, tetapi masih tetap digunakan sesekali di beberapa
negara.
7. Direbus
Dalam eksekusi dengan cara direbus, kriminal ditelanjangi dan
kemudian dilemparkan ke dalam kawah penuh cairan mendidih, atau cairan
dingin yang kemudian dipanaskan sampai titik didih. Kadang-kadang,
algojo menaikkan dan menurunkan korban ke kuali menggunakan tali.
Cairan yang digunakan bisa berupa air, minyak, tar, asam, lilin,
anggur atau bahkan timah cair. Meskipun tidak biasa seperti kebanyakan
metode eksekusi, di masa lalu, merebus sampai mati telah dipraktikkan di
banyak negara Eropa dan Asia.
6. Catherine Wheel
The Catherine wheel, juga dikenal sebagai roda dosa, adalah alat
penyiksaan dan eksekusi di abad pertengahan. Penjahat diikat pada roda
kayu berukuran besar, dengan lengan dan kaki terentang. Roda itu
kemudian perlahan-lahan berputar sementara algojo menghancurkan tubuhnya
dengan palu besi, bar logam berat, atau bahkan menggunakan cartwheel
lain, memtahkan tulang si terdakwa di banyak bagian tubuh.
5.Impalement
Menusuk tiang adalah salah satu metode yang paling mengerikan eksekusi,
sering digunakan selama Abad Pertengahan. Terpidana dipaksa untuk duduk
di atas tiang kayu berujung tajam. Tiang kemudian perlahan-lahan
ditegakkan dan tiang kemudian akan menusuk anus lalu tembus melalui
dada, bahu atau leher. Prosesnya kadang-kadang bisa memakan waktu lebih
dari tiga hari.
4.Flaying
Menguliti terpidana hidup-hidup, juga dikenal sebagai flaying, adalah
salah satu metode eksekusi yang paling mengerikan yang pernah
diterapkan, terutama terjadi selama jaman klasik. Hukuman ini biasanya
diterapkan kepada tentara dan penjahat berbahaya atau pejabat yang
korup.
Suku Aztec Meksiko sering menguliti tahanan perang mereka selama
ritual pengorbanan manusia. Ada juga banyak indikasi Assyria kuno
menguliti penguasa musuh-musuh mereka dan memaku kulitnya ke tembok
kota, sebagai peringatan bagi semua pemberontak.
3. Dimakan tikus

Ini
adalah metode hukuman mati yang tak kalah kejam dan mengerikan, awalnya
digunakan di Cina abad pertengahan. Digambarkan sebagai “teknik
penyiksaan paling brutal yang pernah ada”, sebab yang digunakan adalah
tikus hidup yang memakan daging korban hidup-hidup.
Hanya sebagian kecil dari korban selamat saat melewati prosedur
mengerikan ini. Sebagian besar dari mereka meninggal karena pendarahan
internal yang intens dan syok septik dari luka parah yang terinfeksi.
2. Brazen Bull
Brazen bull adalah perangkat eksekusi yang dirancang oleh Perilaus
Athena pada tahun 560 SM. Alat ini mempunyai berongga, dibuat seluruhnya
dari perunggu, dan terdapat pintu di satu sisi. Terpidana mati akan
dikunci di dalam banteng, dan api dinyalakan di bawah patung.
Selanjutnya api akan memanaskan logam sampai bagian dalam dimana
terpidana mati karena luka bakar yang parah. Tulang yang hangus kemudian
sering dibuat menjadi gelang dan dijual di pasar.
1. The Boats
Metode hukuman yang paling kejam eksekusi berasal dari Persia kuno.
Metode ini disebut juga “scaphism”, dimana terpidana diletakkan di dalam
sepasang perahu dayung yang sempit (atau dalam beberapa variasi dalam
bak kayu besar), dengan kepala, tangan, dan kaki yang menonjol di luar
dari wadah ini.
Ia kemudian dipaksa untuk menelan sejumlah besar susu dan madu sampai
mengalami diare berat, dan campuran susu dan madu juga dioleskan pada
bagian tubuh yang terbuka itu, menarik lalat dan spesies serangga
lainnya.
Kemudian ia ditinggalkan mengapung di kolam yang tenang atau
danau.
Tinja perlahan akan terkumpul dalam wadah, menarik lebih banyak
lalat, yang makan dan juga berkembang dari luka terbuka yang semakin
membuat dagingnya terinfeksi. Ulat akan memakannya hidup-hidup sampai
ajal menjemput.
Hukuman mati merupakan hukuman bagi orang bersalah.Namun hukuman mati
yang seperti di atas menurut saya kita sama saja melakukan kejahatan
yang lebih parah dari pada pelaku. Karena kita itu manusia yang memiliki
akal, kita bukanlah binatang!!!.
Sekian dari saya jika kalian menyukai postingan ini like and share yah thankss
source : wikipedia, soloraya.com